satu dari banyak hal yang saya benci dari orang indonesia adalah tidak mau antri. doyannya menyerobot. herannya kebiasaan orang-orang liar dan tidak berpendidikan ini tetap dipelihara sampai sekarang dan tetap dijalankan dimana saja kapan saja.
waktu antri di kasir indomaret, seorang ibu-ibu menyerobot barisan sembari menyodorkan dua buah item. spontan saya colek bahunya sembari berkata dengan nada agak gusar,
"silahkan antri di belakang, bu!" dan si ibu-ibu kurang ajar itu bergerak ke ujung barisan sembari tersipu.
waktu antri beli ayam goreng di counter KFC yang perjuangan untuk sampai ke depan mbak kasir yang manis sudah makan waktu 20 menit sendiri, tiba-tiba dari samping seorang ibu-ibu (lagi) menyergap masuk dan dengan lantang berseru,
"mbak nasi satu". akibatnya jiwa keadilan saya terusik dan dengan tak kalah sigapnya, saya melotot sewot sembari berkata keras,
"antri bu!!"konyolnya musuh saya itu tanpa perasaan berdosa dan berpikir dirinya lebih penting dari para nabi, mengajukan alasan,
"enggak, ini buat anak saya."dan spontan saya membalas,
"sama saya juga! tapi saya antri. bukan jumlah itemnya yang penting, tapi hargai orang lain! silahkan antri di belakang."biar komplit, habis berbicara, saya geser tubuh sedikit biar dia terhalang sekalian tangannya yang sudah terjulur ke depan saya sikut. bagusnya si mbak kasir masih punya pikiran waras dan tidak mempedulikan ibu-ibu tai kebo yang main serobot itu

waktu check-in di counter, seorang laki-laki kurus penampilan lusuh seperti mahasiswa yang belum mandi berdiri tepat di samping meja counter dengan tangan kanan memegang tiket. dari sudut mata saya beri dia tatapan pedas sambil menebak, ini orang pasti mau nyerobot. saat itu juga saya menerapkan siaga satu, koper diangkat dan kaki siap mengayun. jika lawan nekat menerobos maka pada kesempatan pertama saya banting kopor di kaki dia
-sekali lagi: di kaki dia
- sambil tangan menyikut ke samping. tak ketinggalan untaian kata mutiara juga sudah disiapkan. pendeknya, siap tempur. untung saja petugas counter cukup aware atas situasi di depan dan dia mempersilahkan si pemuda kampret itu masuk barisan.
mungkin cuma di atm orang mau antri tapi saya masih suka sebal jika orang di belakang melongok-longok ke depan selagi saya melakukan transaksi. ngapain sih? andai ada duitnya pun saya enggak bakal bagi situ koq. guoblok. saking sebalnya saya pernah sampai harus menyuruh mundur seorang gadis seksi yang begitu nafsunya melongok ke layar atm sampai jinjit segala. haiyaaa, apa mesin yang saya lagi pijit-pijit ini pacar situ?

koq segitu cemburunya?